Belajar Menghadapi Masalah

Beberapa waktu yang lalu saya berdiskusi dengan beberapa orang (sendiri-sendiri, nggak bersamaan). Diskusinya adalah soal nilai pelajaran mereka yang jeblok. Saya lihat, memang serius jeblok. Mereka ini bukan orang yang bodoh. Kalau diukur, IQnya pasti di atas rata-rata.
Ternyata yang membuat mereka kacau dalam pelajaran adalah banyaknya masalah yang mereka hadapi. Ada yang terkait dengan masalah keluarga, ada masalah dengan kesehatan, ada masalah dengan bad decision yang pernah mereka ambil, ada masalah terlalu banyak kegiatan (termasuk kerja, berdagang, dan seterusnya sehingga lupa sekolah), ada masalah dengan belum menemukan cara belajar, ada masalah dengan terpengaruh kawan di tempat kos yang kerjaannya tidak produktif, dan seterusnya.
Perlu diingat, sebagai manusia, kita PASTI punya masalah dan akan selalu dihadapkan dengan masalah. Sekarang problemnya adalah bagaimana menghadapi masalah tersebut?
Ada yang mencoba melarikan diri. Tapi dia tidak tahu bahwa masalah itu akan tetap membuntuti dia seperti bayangan. he he he. Jadi, hadapi saja masalah itu.
Yang paling sering adalah mengubah pikiran kita. Ada masalah yang sebetulnya SANGAT SIMPEL. SANGAT MUDAH diselesaikan. Tapi karena kita berpikir macam-macam, berpikir terlalu jauh, bagaimana kalau gini dan gitu, akhirnya malah kita tidak menjadi didominasi oleh masalah itu.
Jangan sampai masalah mendominasi pikiran kita. Itu hanya ada di pikiran kita saja. Hadapi! Kita ajak berdamai (atau kalau perlu kita ajak berkelahi) itu pikiran kita. Jangan mau dikuasai oleh pikiran.
Dengan cara menjinakkan pikiran maka kita sudah setengah jalan dalam memecahkan masalah yang kita hadapi. Jadi, jangan terlalu dibesar-besarkan masalah itu di dalam pikiran kita. Kita bilang, orang lain punya masalah yang lebih besar dari ini. Ini kecil. Hanya Tuhanlah yang besar. Kemudian kita pecahkan masalah itu. Selesai.
Kemudian … maju ke masalah berikutnya. He he he. Nggak bakalan selesai nih. … Biarin. Emang sudah begitu jalannya.

Sahabat sangat berarti bagi kita. Manusia ditadirkan untuk hidup bersahabat, sahabat memberi arti dalam hidup kita, walaupun kadang-kadang sahabat itu pernah menyakitkan hati. Sahabat ada yang baik, dan ada juga yang menghancurkan atau menyesatkan, untuk itu tidak salah untuk menjaga pergaulan, sehingga tidak terjerumus dalam kesesatan. Dalam bersahabat kita harus bisa mengerti satu sama lain, ada ujaran-ujarang mengatakan Musuh mudah dicari, sahabat sulit didapat. Terus bagaimana menjaga hubungan baik dengan sahabat?? Berikut ini diberikan seorang temen baik ku, 10 Kita Menjadi Sahabat Yang Baik..


10 KIAT
MENJADI SAHABAT YANG BAIK

1.
Bersikaplah terbuka. Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat anda lebih mengenal anda, tetapi anda juga akan lebih mengenal diri sendiri.

2.
Ungkapkanlah perasaan-perasaan, keinginan dan harapan-harapan anda. Hanya dengan keterbukaan, anda bisa bicara dari hati kehati, dan itu sangat penting bagi keintiman persahabatan.

3.
Ciptakanlah keseimbangan antara memberi dan menerima. Anda tidak cukup hanya berperan sebagai pemberi tanpa menerima atau hanya sebagai penerima tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas, termasuk berbagi kegembiraan dan kesedihan.

4.
Terimalah sahabat anda sebagaimana adanya. Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya berubah sesuai keinginan anda. Mungkin dia terlalu cerewet, agak cuek, sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurna dan mungkin sering melakukan hal-hal yang anda tidak sukai. Namun jangan lupa, andapun tidak luput dari kelemahan dan kekurangan.

5.
Bila sahabat anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulannya, ingatkanlah dia pada waktu yang tepat. Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah ada seorangpun yang mengkritiknya. Kalau diperlukan, berilah saran dan biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair, boleh juga anda memintanya mengkritik anda.

6.
Bermurahhatilah. Ulurkanlah tangan ketika ia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia sedang sedih, dengarkanlah ketika dia mencurahkan isi hatinya,
temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya dll.

7.
Berikanlah perhatian. Meskipun ia tampak tidak membutuhkannya, namun dia akan senang menerimanya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan oleh-oleh ketika anda pulang dari kota, pujilah potongan rambutnya yg bagus, tanyakan khabar keluarganya, dsb.

8.
Bersikaplah penuh toleransi. Tidak ada masalah bila Anda berbeda dengan sahabat Anda, baik agama, suku, prinsip atau kebiasaan. Semua itu bisa memperkaya suatu persahabatan bila kedua belah pihak mau saling menghargai. Dan semakin baik toleransi anda, maka akan semakin matang kemampuan anda bersosialisasi. Hargailah sahabat anda sebagai seorang pribadi yang punya harga diri. Meskipun hubungan sudah sangat akrab, dia masih bisa tersinggung dengan sikap dan ucapan anda. Hatinya bisa terluka bila dihina, dikecam atau dipermalukan, meskipun dalam konteks bercanda.

9.
Hormatilah privasi sahabat anda. Bila dia menceritakan sesuatu rahasia, jangan membocorkannya karena itu berarti mengkhianati perasaannya. Ketika dia sedang ingin sendiri, jangan mengganggunya. Jangan tergoda untuk membuka buku hariannya, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb.

10.
Bila terjadi konflik, selesaikanlah segera . Mulailah mengambil inisiatif untuk menyelesaikannya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap seakan-akan tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu hubungan persahabatan, namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat hubungan menjadi lebih intim.


Orang yang mempunyai sahabat akan lebih sehat dan bahagia daripada mereka yang tidak punya seorangpun. Seorang sahabat lebih berharga dari emas atau permata. Kekayaan tidak bisa membelikan Anda seorang sahabat atau membayar kerugian akibat kehilangan seorang sahabat.